• 11

    Jan

    Simfoni Pelangi

    Awan hitam menggantung. Kurang lebih jarum jam menunjuk pukul delapan malam. Aku bersama seorang perempuan, Pelangi namanya. Kami pergi ke sebuah kafe di pinggir kota kecil di kaki gunung Merbabu. Di tempat inilah aku mengutarakan isi hatiku yang telah sekian lama terpendam. Usia Pelangi saat ini 21 tahun, lebih muda delapan tahun dariku. Meski muda, Pelangi memiliki kedewasaan yang cukup matang. Dia dapat berteman dengan siapa saja. Selain itu, dia juga termasuk tipe perempuan yang tegar. Kami sudah berteman tiga bulanan. Tapi di awal-awal perjalanan, kita jarang bertemu. Waktu itu Pelangi indekos di Semarang selama sebulan. Dia bekerja pada sebuah bank sebagai assessor. Baru akhir-akhir ini kami sering bertemu di kafe kampus. Itu pun ketika Pelangi sedang sibuk-sibuknya mengerjakan
  • 9

    Sep

    Rumah Kosong

    Malam kian larut, hujan pun tak kunjung reda, kurang lebih jam 8 malam, tiba-tiba suasana menjadi gelap gulita. Dalam suasana hening, tak ada satu pun teman di kost, yang kala itu mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Tak segera jua lampu menyala, mulai lah saya beranjak keluar kamar. Semua lampu di kota kecil ini padam, awan hitam pun tak memberikan kesempatan pada sang bulan menyinari bumi. Saya tertatih menuruni anak tangga, keluar dari ruang pengap nan sunyi. Sesampainya di emperan depan indekost, jalan raya penghubung Solo-Semarang ramai kendaraan berlalu-lalang. Sesekali bias cahaya lampu mobil menerobos lebat hujan mengenai wajah, desau angin ramaikan malam dalam kesendirian. Termenung menatap beragam keelokan dunia ini, langit hitam dan tetesan air hujan sangat menakjubk
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post