Inspirator Tiga Zaman

Oleh Bambang Triyono

img_17001.JPGBerani menyuarakan kebenaran, getol bicara Marxisme, negara, masyarakat, demokrasi, dan acapkali diwawancarai media, Arief bangga perjuangannya hingga kini masih bergema. 

Arief Budiman lahir di Jakarta, 3 Januari 1941. Sebelumnya, dia bernama Soe Hok Djin. Dia merupakan kakak kandung Soe Hok Gie, aktivis mahasiswa 1960-an yang ikut mengatur demonstrasi anti-Soekarno. Hok Gie meninggal karena keracunan gas di Gunung Semeru tahun 1969. Continue reading →

Gampang-gampang Susah

 Oleh Bambang Triyono

Di era informasi dan komunikasi kini, banyak perguruan tinggi menawarkan pendidikan jurnalisme. Ada wartawan yang pernah mengenyam pendidikan formal ini. Namun ada pula yang tak merasakannya sama sekali. Continue reading →

Simfoni Pelangi

Oleh Bambang Triyono

Awan hitam menggantung. Kurang lebih jarum jam menunjuk pukul delapan malam. Aku bersama seorang perempuan, Pelangi namanya. Kami pergi ke sebuah kafe di pinggir kota kecil di kaki gunung Merbabu. Di tempat inilah aku mengutarakan isi hatiku yang telah sekian lama terpendam. Continue reading →

Rumah Kosong

Oleh: Bambang Triyono

Malam kian larut, hujan pun tak kunjung reda, kurang lebih jam 8 malam, tiba-tiba suasana menjadi gelap gulita. Dalam suasana hening, tak ada satu pun teman di kost, yang kala itu mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Tak segera jua lampu menyala, mulai lah saya beranjak keluar kamar. Continue reading →

Ketika Penegakan Hukum Jadi Komoditas

Oleh: Bambang Triyono

Sejarah penanganan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terlihat timbul tenggelam seiring dengan pergantian kekuasaan. Ungkapan tersebut dilontarkan Yudi Kristiadi saat mengisi diskusi di Fakultas Hukum UKSW. Yudi Kristiadi adalah Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ia doktor lulusan Universitas Diponegoro, Semarang. Continue reading →